Persekutuan Doa | Juni 2016

Tags

 

Syalom teman-teman yang terkasih dalam Tuhan!

Menjelang akhir bulan Juni ini, seperti biasa KITA telah mengadakan Persekutuan Doa. Tema kali ini adalah “Beragama di Era Modern”, bertempat di kediaman Bapak Yohanes, dipimpin oleh WL (Worship Leader) sdr. Willy, dan pemusik oleh sdr. Aron dan sdr. Yefta. Berikut posternya:

13418967_1618216098492972_5016091322241863985_n

Persekutuan Doa dibuka dengan bersama-sama menyanyikan lagu ‘All Things New’ dan ‘Bersyukurlah’ kemudian dilanjutkan dengan doa pembuka.

IMG_8414

Setelah mempersiapkan hati dan pikiran untuk menerima Tuhan, sdr. Willy sebagai worship leader membuka sesi sharing dengan menceritakan pengalamannya tentang bagaimana pertolongan Tuhan hadir lewat tangan orang yang bahkan tidak dikenal membantu sdr. Willy saat rantai motonya putus.

IMG_8458

Sharing kedua hadir dari sdr. Adit yang juga ditolong Tuhan melalui kebaikan hati dosen saat terlambat mengumpulkan tugas. Kemudian dilanjutkan dengan sharing dari sdr. Joe yang mengalami mukjizat ketika mengalami masalah saat sidang S1. Terakhir adalah sharing dari sdr. Aron tentang pengalaman kerjanya di Taiwan. Acara berlangsung dengan santai, terkadang diiringi gelak tawa, namun tetap mengena dihati saat mendengar sharing para peserta PD yang semuanya sangat menarik.

 

 

 

Seusai sharing, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu ‘Betapa Hebat’ dan ‘Amazing Grace’. Lagu ini sebagai pengantar menuju sesi renungan oleh romo Wawan, sehingga suasana lebih khusyuk dalam mendalami renungan.

IMG_8425

Romo Wawan membuka renungan kali ini dengan pertanyaan mengenai etimologi dari tema PD kali ini yaitu “Beragama di Era Modern”. Lalu dari pertanyaan-pertanyaan ini peserta mulai masuk kedalam tema yaitu apa itu “beragama”.

Apakah beragama hanyalah tentang praktik dan ritual, ataukah lebih dari itu? Renungan kali ini terlihat lebih melibatkan para peserta PD, karena Romo Wawan banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang membuat para peserta berpikir; sehingga terlihat seperti diskusi. Mulai dari pertanyaan tentang etimologi hingga tentang keperluan penggunaan iPad untuk kepentingan liturgi yang menggantikan buku Tata Perayaan Ekaristi (TPE).IMG_8454

Romo Wawan menjelaskan bahwa pada zaman Post-Modern ini menjadi Katolik bisa dibilang gampang-gampang susah, karena kita dimudahkan oleh teknologi, namun iman kita ditantang oleh kemajuan science. Sehingga sampailah kepada inti dari renungan yaitu menjadi umat Katolik yang ‘Stabil dan Dinamis’. Dalam artian janganlah menjadi umat saklek yang tidak mau mengikuti perkembangan zaman; namun juga jangan terbawa arus dan tetap menjaga yang harus dipertahankan. Bisakah? Bisa. Karena dalam Gereja Katolik, selalu ada dua nilai yang akan selalu relevan dengan zaman apapun: Cinta dan Kasih.

Akhirnya tibalah di penghujung acara. Sdr. Willy menutup sesi ini dengan merangkum poin-poin penting dalam renungan dari romo dan doa penutup, kemudian dilanjutkan dengan kembali menyanyikan lagu “Bersyukurlah”. Persekutuan Doa kali ini ditutup dengan acara makan bersama dengan hidangan lezat yang telah disediakan oleh tuan rumah.

IMG_8457

Terima kasih bagi semua yang telah berpartisipasi pada PD kali ini, khususnya bpk. Yohanes sebagai tuan rumah, romo Wawan yang berkenan memberi renungan, sdr, Willy sebagai WL, para pemusik, dan tentunya para peserta yang meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir. Sampai jumpa di PD selanjutnya!

IMG_8419

Tuhan memberkati kita semua.

Persekutuan Doa | Mei 2016

Syalom, teman-teman yang terkasih.

Seperti yang teman-teman ketahui, pada bulan Mei ini telah diadakan Persekutuan Doa, yang bertemakan “Meneladani Bunda Maria dalam Kehidupan Umat Katolik”. Tema ini diangkat agar kita mampu lebih mendalami arti dari bulan Mei sebagai bulan Maria. Meskipun  PD kali ini bertempat di lokasi yang lumayan jauh, yaitu di Kediaman Bu Lily, Taoyuan; namun puji Tuhan tidak menyurutkan semangat teman-teman yang hadir demi memuliakan Tuhan.

 

PD dimulai dengan bersama-sama menyanyikan lagu “Jadikan Aku Indah”, dipimpin oleh Worship Leader kali ini yaitu sdr. Vivi dan diiringi oleh sdr. Niko dan sdr. Yohanes. Lagu pembuka dilanjutkan dengan doa pembuka, lalu dilanjutkan lagu pujian “Nyanyi Bagi Dia”. Sesi pembukaan ini adalah sebagai persiapan bagi teman-teman agar lebih khusyuk dan siap untuk mendengar suara-Nya.IMG_7304

sdr. Niko dan sdr. Yohanes dengan kepiawaian mereka mengiringi PD kali ini

Selanjutnya, bu Lily sebagai tuan rumah sharing tentang kehidupannya di Taiwan selama 4 tahun silam. Cerita bu Lily tentang pengelaman suka-dukanya menampung TKI di Taiwan dengan berbagai masalah yang ada, tetapi dia tetap semangat dan tekun dalam doa terutama devosi doa novena kepada Bunda Maria. IMG_7298

Sharing dari bu Lily

Sharing diakhiri dengan peserta PD bersama-sama menyanyikan lagu “Bersyukurlah”, dan diikuti dengan cerita ilustrasi dari Worship Leader. Cerita ini berkisah tentang Ibu dan anaknya dimana anak tersebut menyukai cake buatan ibunya. Karena terus meminta cake tersebut, Ibunya mengatakan untuk memakan dulu Telur mentah, tepung terigu, Baking Soda, dan bahan-bahan untuk membuat cake lainnya. Anaknya menolak karena rasanya tentu tidak enak. Disini ibunya menjelaskan jika kita memandang masalah di hidup kita satu per satu pasti lah kita merasa sedih, tidak enak, dan sebagainya. Tetapi ketika semua bahan-bahan untuk membuat cake itu dijadikan satu, rasanya akan menjadi enak layaknya cake tersebut. Sama dengan hidup kita, dibalik setiap masalah yang kita hadapi, Tuhan telah menyiapkan rencana yang indah buat hidup setiap kita masing-masing.

Diselingi dengan lagu “Indah Bersamamu” yang dinyanyikan secara merdu oleh teman-fteman peserta dan diiringi dengan baik oleh sdr. Yohanes dan sdr Niko, sesi selanjutnya adalah khotbah dari romo tentang Bunda Maria; diawali dengan penjelasan mengenai hubungan Gereja Katolik dengan Bunda Maria. Selanjutnya Romo menjelaskan bahwa Maria ialah yang terpilih dari semua wanita yang ada di zamannya waktu itu. Sesi ini ditutup dengan doa oleh romo.

IMG_7299

PD kali ini membuahkan satu renungan yang sangat menelisik hati kita; yaitu bahwa Bunda Maria sebagai sesosok ibu penuh kasih, yang tak henti-hentinya mengingatkan kita untuk selalu mendekatkan diri pada-Nya. Sama seperti halnya sesosok ibu yang sesungguhnya; terkadang kita jengah, bosan karena terus-menerus diberi nasihat oleh ibu kita. Maka dari itu, khususnya di bulan Maria ini, marilah kita bersama-sama semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, dan kasihilah ibu seperti Yesus mengasihi Maria, juga kaum perempuan pada umumnya.

Gimana? Seru, kan PD kali ini? Jika teman-teman ingin merasakan keseruannya sekaligus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, KITA mengundang teman-teman sekalian untuk datang di PD selanjutnya. Sampai jumpa pada acara KITA selanjutnya!

IMG_7300

Ziarek Mei 2016

Shalom para sahabat KITA!

Bulan Mei identik dengan bulan Maria di benak umat Katolik. Untuk memperingati bulan Bunda Yesus ini, KITA mengadakan acara Ziarek (Ziarah dan Rekreasi) yang berlokasi di Gua Maria Lourdes, Paroki Hati Kudus Yesus, tepatnya di daerah Guanxi, Hsinchu. Kegiatan ini rutin digelar dua kali dalam setahun ini dan pada awal tahun ini, ziarek diadakan pada hari Minggu 8 Mei 2016. Seperti Ziarek sebelumnya, para peserta bersama-bersama berangkat dari MRT Gongguan Exit 1. Setelah para peserta melakukan registrasi ulang dan menerima makan pagi yang berupa sandwich, waktu tepat menunjuk pukul 8 pagi. Kemudian, rombongan KITA yang terdiri dari 80 orang ini bersama-sama berangkat menuju Gua Maria Lourdes. Perjalanan ke Guanxi ini ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit saja, yang mana lebih cepat 15 menit dari waktu yang telah diprediksikan.

13161764_1599990533648862_5231281129641626545_o.jpg-Kevin sedang memberi beberapa kata pengantar saat perjalanan

Sesampainya di sana, para umat dihadapkan dengan medan yang cukup berat, yaitu peserta harus menanjaki 500-an anak tangga untuk mencapai lokasi ziarah. Panas dan terik matahari cukup berhasil menguras keringat para peserta, namun taksedikitpun antusiasme dari mereka menurun. Usaha mereka pun terbayar lunas ketika berhasil sampai di lokasi ziarek. Sambil menunggu dipersiapkannya kapel untuk misa, peserta duduk santai sembari melepas lelah sejenak dan mempersiapkan hati dan pikiran untuk merayakan Ekaristi. Tepat pukul 10, Doa Rosario yang dipimpin oleh Dwi Yanti pun dimulai, dan seusai doa Rosario, acara dilanjutkan dengan misa yang dipimpin oleh Romo Sylvestre dam didampingi oleh 2 putra altar, yaitu Ivan dan Leonardus atau yang kerap disapa Mas Tiyok.

13173445_1602476826733566_8893200191656280005_o.jpg-Romo Sylvester sedang memimpin Misa

Setelah misa selesai, tak lupa keluarga KITA berfoto bersama guna mengabadikan momen kebersamaan yang indah ini. Acara dilanjutkan dengan menaruh bunga dan berdoa di Gua Maria. Seluruh peserta menunggu dalam antrian untuk dapat mempersembahkan bunga-bunga yang indah di Gua Maria.

13147794_1599990943648821_9167371598509431057_o.jpg-suster Valentine sedang menaruh bunga

Setelah dikenyangkan dengan santapan rohani, para peserta pun disuguhi dengan santapan jasmani yang berupa nasi kotak. Para peserta dengan lahap menyantap hidangan makan siang sambil berkenalan dan bercengkrama dengan kawan-kawan lainnya. Setelah perut terisi penuh, untuk mencairkan suasana dan agar menjalin keakraban dengan kawan-kawan lainnya (KITA Taoyuan), acara dilanjutkan dengan beberapa games yang ceria dan menarik. Hampir seluruh peserta ikut andil dalam permainan ini. Ada 2 games yang dimainkan, yang pertama adalah ‘Bom Waktu,’ dimana para peserta dibagi menjadi 8 kelompok, kemudian peserta harus menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pembawa acara dengan cepat karena ada timer yang terus berjalan. Ketika waktu habis dan kelompok tersebut tidak bisa menjawab, maka kelompok tersebut dinyatakan gugur. Begitu seterusnya sampai kelompok yang terakhir menjadi pemenangnya.

13063042_1599993043648611_4735359347108753504_o.jpg-keseruan pada saat bermain games

Permainan selanjutnya yaitu ‘Puzzle Ayat.’ Pada game ini, tiap-tiap kelompok diberi potongan-potongan kertas yang berisi ayat-ayat alkitab, dan setiap kelompok harus menyusunnya dengan benar, kelompok yang menyusun dengan cepat dan benar lah yang berhak memenangkan game ini. Setelah disegarkan dengan permainan-permainan seru, perjalanan dilanjutkan dengan rekreasi. Tempat rekreasi yang dikunjungi kali ini adalah Qing Cao Lake (青草胡) dan sebuah taman Lichi Park yang di dalamnya tersebar banyak tempat menarik untuk disinggahi, salah satunya, yaitu Hsinchu Zoo. Setelah mengunjungi 2 tempat wisata tersebut, ZIAREK kali ini pun berakhir. Bus bertolak dari Qing Cao lake tepat jam 5 sore. Namun, kondisi lalu lintas yang tak terduga memaksa jadwal kepulangan di Taipei mundur sampai sekitar 7 malam.

Sekian sharing untuk acara ZIAREK kali ini. Ditunggu partisipasi kalian pada kegiatan-kegiatan KITA berikutnya! Tuhan memberkati!

13147274_1599992220315360_2406696990825087947_o.jpg

Persekutuan Doa | April 2016

Halo saudara saudari yang terkasih dalam Kristus!

Banyak acara yang telah dibuat dan dilakukan bersama oleh anggota KITA, kali ini kita akan membahas mengenai PD kedua di tahun ini yang mana diadakan pada hari Sabtu tanggal 23 April 2016. PD kali ini diadakan di kediaman Pak Deyantono dimana beliau sangat menyambut anggota KITA untuk datang ke kediamannya merayakan acara PD ini.

303410_10150877343357104_580760744_n

* Peserta PD menyanyikan pujian

 

PD kali ini mengangkat tema “Memahami Rencana Tuhan dalam Hidup“. Suatu tema yang berat untuk kita pahami karena tidaklah mudah bagi setiap manusia untuk memahami apa sebenarnya yang Tuhan inginkan di dalam hidup kita. Apakah hidup kita sudah sesuai dengan rencana Tuhan? Ataukah hidup yang kita jalani sekarang hanyalah rencana kita sendiri sebagai manusia? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, simak dan baca terus artikel nya ya!

Tepat pukul 7 malam PD dimulai. PD diawali dengan doa pembuka oleh Worship Leader kali ini yaitu saudari Arwinda Gusviputri. Setelah doa, Arwinda mengajak untuk menyanyikan lagu merdu berjudul ‘Arti Kehadiranmu’ dengan bantuan 2 gitaris yakni Saudara Alvaron dan Saudara Yefta. Lagu ini membawa setiap anggota PD dapat mempersiapkan hati menjadi lebih khusuk untuk memasuki sesi selanjutnya.

a

* Peserta PD menyanyikan lagu beserta gaya yang gokil

Alunan lagu rohani terus dinyanyikan, lagu kedua berjudul ‘It’s good to see you‘. Saudari Winda mengajak anggota PD untuk berdiri dan menari sebagai pemeriah suasana sekaligus menyemangati setiap anggota. Mereka menari dengan gaya yang menarik dan unik serta dipenuhi canda tawa. Selanjutnya ada pujian ‘Allah Sumber Kuatku‘ sebelum memasuki SHARING.

Setelah pujian pembuka selesai, Winda menawarkan seluruh anggota PD untuk bercerita tentang rencana Tuhan yang ada dalam setiap hidup pribadi masing-masing. Suasana pun berubah menjadi hening sejenak. Seketika, Saudari Lalita memecah keheningan dengan kisahnya tentang perjalanan hidupnya dimana Tuhan berperan besar dalam rencana studinya. Tuhan bekerja dan menolong setiap langkah didalam hidupnya yang bahkan saudari Lalita pun tidak menyangka.

Selanjutnya, Saudara Salvatus menawarkan diri untuk bercerita juga. Pengalaman studinya selama di Indonesia ke Taiwan membuatnya dia percaya bahwa langkah hidupnya adalah rencana Tuhan yang telah disiapkan untuknya. Beasiswa yang didapatnya sehingga dapat bersekolah di Taiwan merupakan berkat dari Tuhan untuknya. Puji Tuhan! Karyanya selalu nyata dan tak pernah berkesudahan.

Setelah sharing selesai, pujian pun dilantunkan kembali dengan suasana hening. ‘Kaulah Harapan’ dan ‘Smua Baik’ menjadi campuran yang enak didengar di telinga. Setelah pujian selesai, tibalah saatnya Bruder John untuk membawakan sesi. Bruder John membuka dengan pertanyaan “Apa rencana Tuhan dalam hidup anda?”

asd

*Bruder John menyampaikan sesi

 

Bruder John menjelaskan mengenai perbedaan rencana Tuhan dan rencana kita sendiri sebagai manusia. Untuk memahami rencana Tuhan kita membutuhkan bantuan Roh Kudus. Beliau juga berkata bahwa otak manusia tidaklah cukup untuk benar-benar memahami jalan pikiran Tuhan dan rencana-rencana Tuhan. Terkadang apa yang direncanakan Tuhan tidaklah sesuai dengan yang kita rencanakan, bahkan bisa sangat berkebalikan dengan kita. Tetapi selalu ingatlah bahwa rencana Tuhanlah selalu menjadi yang terbaik!

Berbicara tentang Roh Kudus, Bruder John menyinggung tentang 7 karunia Roh Kudus jika kita bisa bersekutu dengan Roh Kudus. Tujuh karunia Roh Kudus adalah kebijaksanaan, pengertian, nasehat, keberanian, pengetahuan, kesalehan, dan takut akan Allah. Tujuan karunia Roh Kudus ini adalah membantu kita untuk menumbuhkan iman, harapan, dan kasih. Dengan adanya Roh Kudus didalam diri kita, kita akan merasa dekat dengan Tuhan dan mampu untuk mencapai kesempurnaan dalam kehidupan Kristiani.

Oleh karena itu, dengan adanya Roh Kudus, kita bisa melihat dan berpikir lebih jernih tentang kehidupan kita apakah sebenarnya yang Tuhan mau dalam hidup kita, apa rencanaNya dalam kehidupan kita. Bruder John menambahkan bahwa tujuan akhir kita ialah untuk bersatu dengan Tuhan. Kita harus membuka pikiran kita untuk mengerti lebih baik rahmat Tuhan. Hanya orang-orang yang percaya yang mampu melihat lebih dalam rencana Tuhan dalam hidupnya.

Akhir kata, Bruder John menutup dengan cerita klasik perjalanan hidupnya yang begitu memukau. Proses hidupnya bagaimana hingga beliau memilih untuk mengabdi menjadi seorang Bruder. Setiap keputusan yang beliau ambil selalu melibatkan Tuhan dan Roh Kudus agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Setelah selesai, kita menutup dengan lagu penutup serta doa makan oleh Bruder John.

wdk

 

* Foto bersama PD April 2016 dikediaman Pak Deyantono

 

Sampai jumpa di kegiatan KITA selanjutnya ! Keep in touch ! *kvn

Welcome Party Maret 2016

12916785_1584339655213950_7459617406435416103_o.jpg-Teman-teman KITA sedang berkumpul di Hakka Park

Artikel kali ini akan membahas tentang Welcome Party KITA yang diadakan pada tanggal 27 Maret lalu, yang kebetulan bertepatan dengan perayaan Paskah 2016. Melanjutkan tradisi tahun-tahun sebelumnya, acara Welcome Party dihelat tiap semester dengan maksud untuk menyambut kedatangan kawan-kawan yang baru, mempererat tali persaudaraan di dalamnya dengan kawan-kawan KITA lama, dan tak lupa untuk memperkenalkan KITA kepada kawan-kawan yang baru.

Setelah misa minggu ke-4 yang bertepatan dengan Hari Raya Paskah, seperti biasanya, kawan-kawan diajak untuk berkumpul di Rooftop Gereja untuk acara ramah tamah. Segera setelah acara ramah tamah selesai, sekitar pukul 12.00 para peserta bersama-sama berangkat dari gereja menuju ke lokasi acara, yaitu di Hakka Park. Sekitar pukul 13.00 acara Welcome Party pun dimulai.

Dwiyanti dan Joe yang didapuk sebagai pembawa acara membuka acara dengan sapaan hangat dan sesi perkenalan. Pada sesi ini, tiap peserta diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan dilanjutkan dengan game “Apa Kabar”. Kemudian, sesi dilanjutkan dengan makan siang bersama.

P9271468.JPG– Dwiyanti dan Joe sedang membawa acara

Setelah perut terisi, acara pun disambung dengan pembagian kelompok dan tiap-tiap kelompok berpartisipasi dalam games-games yang diharapkan dapat menambah keakraban para peserta. Acara menjadi semakin menantang karena setiap kelompok harus mencatatkan poin setinggi-tingginya dalam tiap-tiap game agar dapat menjadi pemenang dan pemenang berhak atas hadiah yang menarik.

12961156_1584253651889217_8676298211929373407_o.jpg-Pembagian hadiah

Untuk mengusir kejenuhan, di sela-sela permainan, para peserta diajak untuk bernyanyi dan menari bersama. Para peserta pun tampak antusias melantukan beberapa lagu pujian disertai dengan gerakan tari yang enerjik nan lucu. Sekitar pukul 17.00 acara ditutup dengan sebuah lagu penutup dan tak lupa diikuti dengan doa bersama sebagai wujud syukur atas kelancaran acara Welcome Party kali ini.

12719156_1584255215222394_7898848727755747361_o.jpg-Teman-teman KITA sedang berdoa

Demikian ringkasan acara Welcome Party kali ini, semoga kawan-kawan semua dapat berpartisipasi dalam acara-acara KITA berikutnya. Tuhan memberkati

Rekoleksi Pra Paskah 2016

Tags

,

Halo teman- teman yang terkasih dalam Kristus! Pada kali ini kita akan membahas tentang kegiatan rekoleksi pra paskah KITA yang diadakan pada tanggal 12-13 Maret lalu yang dibimbing oleh Rm. Norbeth dan Rm. Tarsis.

Pada sesi pembukaan acara diadakan sebuah permainan yang diberi nama Aku ingin mengenal kamu. Cara mainnya adalah dengan memberikan giliran pada pemain yang ditunjuk bermain dari pemain sebelumnya untuk memperkenalkan masing- masing diri dengan sejumlah suku kata yang diminta, contohnya “nama saya Diana, dan aku ingin mengenal kamu (dengan menunjuk pemain selanjutnya) dengan 4 kata (misalnya), maka peserta selanjutnya akan menjawab “nama dia Diana, Halo nama ambo Betty”, aku ingin mengenal kamu (dengan menunjuk peserta selanjutnya) dengan 5 kata (misalnya). Tampaknya upaya para panitia untuk menghangatkan suasana tegang antar peserta karena saling tak sama kenal berhasil, seluruh peserta saling meluapkan tawa dan sapaan pada setiap peserta yang bermain.

DSC_3742.JPG

DSC_3734.jpg

Sesi utama dimbimbing oleh Rm. Norbeth dan selanjutnya oleh Rm. Tarsis dengan lagu Utuslah namaMU ya Tuhan dan dikenalkan pada tema rekoleksi pra- paskah kali ini, yaitu kita dilahirkan kembali dalam Kerahiman Allah. Masih ingatkah teman- teman dengan lagu Topeng karya Peterpan? Banyak dari kita yang mungkin menggunakan topeng- topeng tersebut demi menggapai tujuan dan cita- cita, namun apakah cara- cara yang digunakan itu selalu benar?

Topeng dalam Bahasa lain berarti persona, yaitu secara literer biasa digunakan untuk menutupi wajah seorang aktor dalam pentas teater untuk memainkan perannya. Seperti para aktor dalam panggung teater yang begitu hebatnya memainkan peran dengan sifat ganda, demikian pula kita dalam kehidupan nyata sebenarnya. Para aktor teater selalu mendengarkan bisikan- bisikan instruktornya yang berada di belakang panggung, bila salah mendengar instruksi mereka akan jatuh salah tingkah dilihat ribuan penonton . Demikian pula kita, kita selalu mendapat bisikan oleh dua pihak di dalam panggung sandiwara kehidupan kita, yaitu [yang baik dan si jahat]. Dan bila kita salah mengikuti instruksi yang benar, kita juga akan terjatuh seperti aktor di atas panggung yang ditertawai oleh penonton.

Topeng itu bukanlah persona dari diri kita yang sebenarnya, yakni sebuah tirai yang menyebabkan orang- orang untuk tidak mengenali kita. Kita seringkali berfantasi dan berambisi penuh dalam mencapai tujuan dalam hidup kita, entah kekayaan, kesukesan, posisi, kekuasaan, dan lain- lain. Namun yakinkah teman- teman bahwa cara yang kita gunakan akan berdampak positif bagi sesama dan kita sendiri? Atau malahan mencelakakan kita sendiri? Sebenarnya topeng- topeng yang kita kenakan dalam kehidupan sehari- hari itulah yang harus kita tanggalkan dari kehidupan kita sebagai seorang Kristen.

Teori harmoni Yin dan Yang mengajarkan kita bahwa kita harus lebih banyak berkata, berpikir, dan melakukan hal yang baik. Di dalam hidup, kita selalu cenderung melihat sisi- sisi negatif dari personalan yang kita alami, kita harus stabil, jangan bercondong pada sisi- sisi yang negative, dan juga jangan berpura- pura untuk menjadi baik (fake).

Mengikuti jejak Kristus seutuhnya itu tidaklah semudah yang kita bayangkan, kita harus mengorbankan sisi duniawi kita untuk mengikuti Dia. Mengingat kisah tentang “Perumpamaan Anak Yang Hilang”, kita adalah makhluk yang selalu melakukan dosa setiap saat, namun Bapa selalu membuka pintu rumahNya lebar- lebar untuk anak- anaknya yang ingin bertobat. Kita juga harus memiliki sifat rendah diri dan pasrah sebagai hamba kepada Tuannya, pasrah kepada rancangan- rancangan yang dibuatNya di dalam hidup kita, sering merefleksikan sifat- sifat di dalam diri kita untuk menjadi bersih. Selain itu untuk menjadi bijaksana itu tidak bisa dipaksakan seperti kapan sebuah pohon akan berbuah. Kita harus selalu belajar sehingga kebijaksanaan dan kesuksesan itu datang dengan sendirinya pada diri kita.

DSC_3801.JPG

Rm. Tarsis menjelaskan tentang Perumpamaan Anak Yang Hilang

 

DSC_3759.JPG

Rm. Norbeth membimbing sesi dengan tema “Topeng Kehidupan”

DSC_3824.JPG

Adorasi malam setelah sesi

 

 

DSC_4076.JPG

Foto bersama setelah Misa penutup

 

DSC_4093.JPG

Peserta rekoleksi pra- paskah KITA 2016

 

Sekian artikel kali ini, salam sejahtera. Tuhan Yesus memberkati!

 

 

 

 

Persukutuan Doa Febuari 2016

Shalom para pembaca !

Kawan-kawan dari KITA membuka rangkaian kegiatan di tahun 2016 ini dengan persekutuan doa (PD). Persekutuan doa kali ini dihelat pada akhir bulan Februari, tepatnya tanggal 27 Februari dan bertempat di kediaman Om Yohanes. Mengingat bulan diadakannya PD adalah bulan Februari yang mana identik dengan adanya hari Kasih Sayang atau yang biasa disebut Valentine, maka tema yang diambil untuk persekutuan doa kali ini adalah ‘We’re nothing without love.’

S__12238946.jpg-Peserta Persekutuan Doa

Seperti biasa, persekutuan doa yang dimulai pada pukul 6.35 malam ini diawali dengan doa bersama oleh Saudari Vielicenia, lalu dilanjutkan dengan lagu ‘Bapa Engkau sungguh baik’ yg diiringi oleh petikan merdu permainan gitar Saudara Alvaron.

S__12238955.jpg-Saat Saudari Vielicenia membawakan doa bersama

Setelah beberapa kata pembuka dari Vielicenia, Kevin Alfredo sebagai ketua KITA memulai sesi sharing dengan ceritanya seputar liburan di New York. Saat hendak berpulang dari negara Paman Sam, Kevin menghadapi masalah yang cukup serius di airport terkait dengan tiket kepulangannya. Namun, keberserahan dan kepercayaan Kevin akan cinta Tuhan yang tiada batas mampu mengantarnya melewati semua masalah ini dan bisa hadir di PD kali ini. Sesudah mendengarkan cerita dari Kevin, untuk memeriahkan suasana, para umat diajak berdiri dan bernyanyi bersama.

S__12238944.jpg-Teman-teman KITA diajak untuk bediri dan menyanyi

Setelah kawan-kawan disegarkan dengan lagu-lagu pujian, sesi sharing pun dilanjutkan kembali. Kali ini, Om Yohanes ikut men-sharing-kan pengalamannya terkait tiket pesawat yang bermasalah. Namun, masalah bisa terselesaikan dengan baik dan lancar. Setelah mendengar cerita dari Om Yohanes, Lianna dan Farrel ikut menceritakan beberapa pengalaman mereka. Pengalaman-pengalaman ini merupakan sedikit bukti akan kecintaan Sang Pencipta yang tanpa batas kepada anak-anak-Nya. Sesi sharing pun selesai dan ditutup dengan lagu pujian yang berjudul ‘Nobody loves me like you do.’

Acara kembali dilanjutkan dengan sesi pembahasan oleh Sr. Valentine sebagai pewarta injil. Sr. Valentine mengawali sesi dengan pertanyaan ‘apakah arti cinta itu?’ Banyak jawaban yang terlontar dari para umat, ada yang menjawab: cinta itu saling mengasihi, cinta itu rela berkorban, cinta itu saling memberi, cinta itu evolusi, cinta itu komitmen, dan bahkan ada pula yang menjawab cinta itu buta. Dari semua jawaban tersebut, Sr. Valentine mengatakan bahwa sebenarnya cinta itu adalah tentang memberi dan menerima dan dasar cinta adalah kasih ( seperti yang terkutip dalam Kolose 3 12-14 ). Pada kesempatan kali ini, Sr. Valentine juga men-sharing-kan beberapa pengalamannya sebelum menjadi Biarawati. Ketika sedang dalam proses untuk menjadi biarawati, banyak sekali tantangan dan godaan yang mungkin saja bisa membatalkan panggilannya sebagai biarawati. Karena cintanya akan Tuhan ditambah dengan komitmen yang kuat, pilihan untuk menjadi biarawati pun bukan hanya menjadi suatu wacana, namun benar-benar merupakan suatu panggilan yang akhirnya tercapai.

S__12238945.jpg-Sr. Valentine sedang membawakan sesi

Maka dari itu, Sr. Valentine menyimpulkan bahwa yang terpenting dalam cinta adalah komitmen, karena komitmen yang menjadi pembeda akan tumbuh atau tidaknya suatu cinta. Karena itu, kita sebagai umat beriman dituntut juga untuk memiliki komitmen untuk mencintai Tuhan. Pada saat dihadang masalah ataupun tantangan, ingatlah bahwa Tuhan adalah sumber cinta kita. Oleh karena itu, Dia selalu hadir di antara kita kapanpun dan dimanapun.

Pada kesempatan kali ini, Sr. Valentine juga memaparkan kepanjangan dari kata LOVE itu sendiri, di mana: L = Loyal, O= Obligation, V= Valued, E= Excuse

Dari kepanjangan tersebut, cinta dapat disimpulkan sebagai suatu kesadaran untuk mengatasi perbedaan dan kemampuan kita untuk menyesuaikan diri dengan pasangan kita, selain itu kita juga harus menghargai dan bersedia melakukan apapun untuk seseorang yang kita cintai.

Usai sesi pembahasan dari Sr. Valentine, PD dilanjutkan dengan doa umat dan sekaligus dengan doa penutup dan doa makan. Segera setelah doa selesai, para umat dikejutkan dengan surprise untuk salah satu teman yang kebetulan berulang tahun pada hari itu. Setelah acara tiup lilin dan potong kue, acara dilanjutkan dengan menyantap makan malam bersama yang telah disediakan oleh keluarga Om Yohanes.

S__12238948.jpg-Foto bersama peserta persukutuan doa

Sampai berjumpa di acara KITA berikutnya! Tuhan memberkati

Misa Malam Natal 2015

Shallom para pembaca !

Pada malam Natal tahun 2015, tepatnya 24 Desember 2015, umat Katholik yang berada di Taiwan berkesempatan untuk berkumpul bersama saudara seiman dalam perayaan misa kudus. Misa yang bertempat di Central Building ini dihadiri kurang lebih 150 umat berasal dari Taipei, bahkan dari kota sekitarnya, seperti Taoyuan, Taichung, dll.

Romo Tarsis membuka misa kudus tepat pk. 18.30, diawali dengan maklumat natal melalui alunan merdu dari suara Adriel. Suasana khidmat malam natal kali ini semakin bertambah saat padauan suara melantunkan lagu “Malam Kudus”  dan lilin-lilin di tangan umat satu persatu mulai menyala.

1025975_1536863626628220_4437354897193675977_o.jpg–  Maklumat yang dipimpin oleh Adriel.

10258179_1536863846628198_6249582748215217658_o.jpg-Suasana Choir pada saat membawakan lagu Malam Kudus

Pelantikan kepengurusan KITA periode 2016 juga dilangsungkan bertepatan dengan perayaan natal. Diawali dengan kata perpisahan panitia lama oleh Vielicenia (wakil ketua KITA periode 2015) lalu dilanjutkan memberikan tongkat estafet untuk kepengurusan baru yang diwakili oleh Kevin Alfredo yang mana adalah ketua KITA 2016. Kevin tanpa ragu maju dan dengan antusias mengungkapkan sepatah dua kata, diteruskan dengan perkenalan kepengurusan baru.

Berikut adalah susunan kepengurusan KITA untuk periode 2016:

 Jabatan  Nama
Ketua  Kevin Alfredo
 Wakil Minerva Kosasih
  Farrel Gunawan
 Seketaris Salvatus Sasono
 Bendahara Gladys Susiandi
 Sie. Liturgi Reinard Dona Tiono
  Rainer Wiria
 Sie. Publikasi dan Dokumentasi Yefta Rafelino
 Sie. Musik Cindy Kurniasari
  Natasha Melody
 Sie. Humas Natashia Bertha
 Sie. Konsumsi Dwi Yanti
  Kevin Jackson

Bersamaan dengan diikrarkan janji pengurus dan doa pemberkatan dari Romo, kepanitian 2016 secara resmi dilantik.

705377_1536869823294267_4414359733620841045_o.jpg– Kepengurusan KITA 2016 mengucapkan Janji pengurus

859951_1536870889960827_2882952139695382173_o.jpg-Penyerahan lilin tanda penyerahan pelayanan pengurus 2015-2016

Setelah 1.5 jam perhelatan misa, kekhidmatan misa natal ditutup dengan berkat dari Romo dan nyanyian lantang nan rancak dari paduan suara KITA dengan lagu yang berjudul “Go ! Tell It On The Mountain”. Usai misa pun, umat tetap berkumpul bersama untuk melihat drama, suguhan dari panitia 2016. Drama apik dari kepengurusan KITA 2016 yang berjudul Sin Chair berhasil memecah suasana khidmat malam natal dengan riuh tawa dari umat. Tak lupa, setelah drama, umat pun maju ke depan untuk mengabadikan momen indah ini. Usai sesi foto, umat yang hadir juga dapat menikmati sajian makanan Indonesia. Sambil menunggu giliran untuk mengambil makanan, umat juga dapat menukarkan kupon hasil tukar kado. Acara makan malam bersama ini pun semakin menambah suka cita malam ini, dimana umat dengan santai dapat bercerengkama satu sama lain.

886914_1536871466627436_3207079371701397947_o.jpg– Foto bersama peserta misa Malam Natal 2015

 

Selamat Natal untuk kita semua ! Selamat bertugas juga untuk Kevin dan kawan-kawan 加油 !Sampai jumpa diacara KITA selanjutnya !

 

 

 

Rekoleksi Natal 2015

Find New Hopes in This Christmas adalah tema rekoleksi natal yang diadakan 13 Desember 2015 kali ini. Rekoleksi yang di adakan di One World Community Service Center ( 天下一家社教服務中心) ini diikuti sekitar 40 orang teman-teman KITA.

Acara ini diawali dengan lagu pembuka, yaitu “Besar Anugrah-Mu” yang dipimpin oleh Vielicenia dan diiringi musik oleh Alvaron Pratomo dan Dimas Rizky. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan lagu kedua yaitu “Ku Daki Daki Gunung yang Tinggi” dan lagu ketiga, yaitu “Arti Kehadiran-Mu”.

PC130002.JPG– Lagu pembuka

Sesi dari Romo Norberth pun dimulai dengan durasi 1 jam lamanya. Di dalam sesi ini, Romo Norberth menjelaskan wajah dunia kita sekarang ini seperti perperangan tanpa henti, Dogmatisme-Radikalisme, dan Fanatisme pada agama yang berlebihan. Romo Norberth pun menjelaskan dan menyadarkan kita seperti apakah wajah kebanyakan orang sekarang ini, yaitu egois-cuek pemarah, pendendam tidak mau mengampuni, dan hidup dalam kegelapan dosa.

PC130047.JPG– Sesi dari Romo Norberth

Sebelum melanjutkan sesi, para peserta rekoleksi diajak untuk menyanyi dan menari bersama, diiringi dengan lagu “lulalula” sebagai selingan agar para peserta tidak bosan dan suntuk. Setelah itu, sesi pun dilanjutkan dengan refleksi biblis yang diambil dari Mat 26:28, Mat 18:21-22, dan 1 Yoh 4:20-21.

Rekoleksi pun diakhiri dengan diputarnya 2 video yang berhubungan dengan tema rekoleksi kali ini yaitu “harapan”. Seusai diputarnya video, peserta pun diajak untuk bersama- sama menyanyikan lagu yang berjudul “Kau lah Harapan dalam Hidupku”. Lagu ini mengingatkan kembali bahwa kita manusia hendaknya selalu mempunyai harapan, karena Tuhan Yesus pasti akan selalu menolong kita dalam segala rintangan yang kita hadapi. Sekalipun manusia jatuh ke dalam dosa yang sangat berat, Tuhan akan selalu memberikan harapan baru bagi kita manusia.

Setelah sesi selesai, acara dilanjutkan dengan pengakuan dosa, agar hati dan pikiran kita bersih sebelum menyambut hari kelahiran Sang Juru Selamat. Sakramen Rekonsiliasi pada rekoleksi ini diberikan oleh Romo Norbert, Romo Abdon dan Romo Wawan.

PC130104.JPG– Rekoleksi Natal 2015

When I Found You

Persekutuan Doa (14/11) yang diadakan di tempat Om Yohanes ini dimulai dengan menyanyikan lagu pujian berjudul “Mengejar HadirMu” yang dibawakan oleh Winda dan Dimas Rizki sebagai Worship Leader pada kesempatan persekutuan doa kali ini. “Memandang wajahMu, mengikuti kebaikanMu, Mengejar hadirMu dalam hidupku…” sebaris lagu ini mengingatkan kita apakah kita pernah melibatkan Tuhan dalam setiap denyut kehidupan kita? Ataukah kita hanya mencari Tuhan dan berlutut dihadapanNya ketika kita mengalami kesulitan?

Pada persekutuan doa di bulan November ini ada empat orang saudara-saudari kita yang juga sharing tentang pengalaman pribadinya. Salah satunya adalah Willy, yang merasa bahwa selain melalui doa kita juga bisa merasakan kehadiran Tuhan melalui kehadiran orang-orang yang ada disekitar kita, seringkali Tuhan melalui mereka memberi jawaban atas setiap doa yang kita panjatkan . Lain halnya dengan Ivan yang merasa bahwa kehadiran Tuhan dapat terasa nyata dalam hidup kita ketika kita benar-benar percaya bahwa Dia nyata, Dia ada, dan Dia hadir walaupun tidak terlihat. Karena berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya (Yoh20:29). Setiap orang merasakan sentuhan kasih tangan Tuhan dengan cara yang berbeda, seperti halnya Jessica, yang diberikan kesempatan untuk bekerja di Taiwan. Dan Minerva, yang tetap bisa bertahan untuk tetap menuntut ilmu di Taiwan dengan segala tantangan yang ada di sekolahnya.

Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku… (Yer29:13-14)

Sesuai dengan tema persekutuan doa dengan kali ini “When I Found You”, sebelum moment “KETEMU” ada 2 proses yang mungkin bisa temui. Yang pertama adalah mencari dan yang kedua adalah ketika kita tidak sengaja atau secara tiba-tiba menemukan sesuatu. Dalam proses yang pertama : mencari, kita dihadapkan pada banyak pilihan, tantangan, dan keinginan. Dalam proses mencari juga dibutuhkan kesabaran dan kegigihan untuk terus berusaha sampai akhir. Begitu juga dengan Yesus, ketika Yesus menemukan kita apa yang mungkin Ia katakan atau perbuat? “Ikutlah denganKu, Jangan Takut, dll”. Sedangkan kita, apa yang biasanya kita katakan atau perbuat ketika kita menemukan Dia? “aku mohon… Jika Tuhan mengabulkan permohonanku, maka aku janji…” Dalam proses menemukan Tuhan hendaknya kita juga selalu berterimakasih, memuji dan memuliakan namanya, dan melayani. Dan semua itu dibutuhkan iman untuk setia berjalan bersamaNya.

12247056_1520737068240876_2339852668117098236_n

Iman merupakan bukti keintiman kita dengan Allah dan dengan iman kita bisa memaknai setiap moment kehidupan yang telah kita lalui, kita dilatih untuk lebih peka dan mau untuk merefleksikan peristiwa yang terjadi. Iman yang menjadikan Yesus sebagai andalan dan sumber kehidupan membuat iman tidak akan pernah mati. Karena dengan iman, kita seperti mempunyai arahan yang tertuju pada Yesus yang mampu memberi kita nutrisi dalam kehidupan rohani kita. Mencari tidaklah mudah, kita hendaknya selalu setia dalam doa, adorasi, dan ekaristi. Karena hal-hal inilah yang membuat kita semakin membuka pintu hati untuk dapat menerima Yesus dalam tiap hembusan nafas kita dan dapat memberikan kita kekuatan.

IMAN adalah

Intimasi dengan Allah

Memaknai kehidupanmu

Andalanku Yesus

Navigator

Jadi saudara-saudari, sudahkah kamu mencari dan melibatkan Yesus dalam setiap peristiwa kehidupanmu? Sudahkah kamu membuka pintu hati dan menemukan Ia berada percis didepan pintu hatimu, untuk memelukmu erat dan memberimu kasih yang tak berkesudahan? Setiakah kamu padaNya? “When I Found You”, what I’m gonna do?

12239633_1520737198240863_3204125084677487656_n

Sampai jumpa di persekutuan doa selanjutnya. Tuhan memberkati.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.